Showing posts with label Serius Dikit. Show all posts
Showing posts with label Serius Dikit. Show all posts

Saya bukan di sisi yang biasanya, dan saya tidak tahu alasan yang tepat ...

Jika saya adalah beberapa bagian berbeda yang saling melengkapi. Maka kebanyakan isi blog ini adalah salah satu bagian tersebut. Bagian-bagian yang membuat orang bepikir bagaima gila nya saya, yang kadang menyebalkan, tapii telah memberikan saya sedikit gairah untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan yang membosankan di antara hiruk pikuk kota.

Dan setelah begitu banyak postingan yang menuliskan sisi tersebut, sekarang mari kita membahas sisi yang lainnya. ...

Sudah beberapa bulan ke belakang, saya telah membiarkan seseorang masuk dalam pikiran saya, mengendalikan apa yang harus saya pikirkan. Lebih lama duduk di situ dan baiklah, ada beberapa riakan-riakan, tapi ketertarikan bisa membuat seseorang tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi.

Dan lama kelamaan, sesuatu itu mulai melihat bagian-bagian saya yang lain. Beberapa bagian yang mungkin tidak pernah dia sukai. Cara dia berpikir tentang bagaimana kriteria kesempurnaan, kadangkala membuat saya membenci apa yang saya lakukan.

Kamu tidak salah, karena semua orang bebas menilai dan memilih. Saya lebih senang menyadari kesalahan saya yang masih gemar membiarkan samar-samar terjadi dan apa yang disebut "mereka-reka rencana" lebih banyak mengendalikan apa yang harus saya lakukan.

Terimakasih telah "memanusiakan" saya, dan membuat saya berpikir untuk menjadi lebih, dan lebih lagi.

Well, kamu tidak perlu mengeraskan suara untuk berteriak, tidak perlu membuang air mata untuk menangis, tidak perlu berbicara untuk menunjukan sesuatu, dan tidak perlu memiliki ketika mengingkan apa yang kamu inginkan.

... dan saya mulai memutar lagu Efek Rumah Kaca dan Owl City, hmmm ... bukankah Lagu Cinta yang di dalamnya tidak pernah ada kata "CINTA" lebih menyenangkan untuk di dengarkan ? :)

Terusan-nyah ...

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Tidak ada roti kalau tidak ada tukang roti. Dan selalu ada alasan untuk semua yang akan kamu lakukan.

Kenapa saya makan? Karena saya lapar. Kenapa saya minum? Karena saya haus. Kenapa saya suka kamu? Karena kamu memang benar-benar simple.

Dan kenapa saya harus segera pulang cepat ketika jam kampus telah berakhir? Ada banyak alasan, dan saya akan menunjutkan salah satu alasannya.



Ini bukan siapa-siapa saya kok :D. Namanya Fahmi, dia kelas 3 SD dan sepulang sekolah dia menjadi kondektur Bus Kota. Saya bertemu dengan dia sebanyak 2 kali, dan dia tidak pernah memakai alas kaki.

Kenapa dia menjadi salah satu alasan saya pulang cepat ?

Dia kelas 3 SD, harus merelakan masa-masa bermainya untuk menghirup debu kota, tapi masih bisa saya ajak tertawa bersama.
Dia mungkin tidak punya alas kaki, tapi dia mengalahkan saya dalam bekerja keras.
Jadi, apa lagi yang harus saya jelaskan?


P. S :
Tapi bila ternyata saya harus berlama-lama diluar sana, saya punya beberapa alasan juga :P, (Walupun alasan tersebut kadangkala membuat saya harus kembali merasa kalah oleh anak ini.)
* mungkin sesuatu itu penting sehingga saya harus merelakan waktu saya
kalau tidak,
* mungkin seseorang yang menemani saya itu memang spesial sehingga saya lupa dengan waktu yang saya punya (ya benar sekali. Spesial. Paling tidak pada waktu itu hahahaha).

Terusan-nyah ...

Taraaawww !!!

Ternyata banyak yang bingung dengan postingan tentang ikan nya mba dwi tempo hari hahaha. Sebenarnya sih di closet itu gak ada ikannya, cuma mba dwi menggunakan
teknik Dunia Khayalan.

Dia membayangkan di closet itu ada ikannya, terus dilempar-lempari kamper sama dia, makanya gue terbengong-bengong di pintu waktu itu. Saking setresnya nungguin laporan dari gue kali ya. Tapi tenang, bulan ini mba Dwi gak begitu lagi karena gue bisa nyelesaian tugas tepat waktu. YEAHHH !!! Tapi, tugas kerja selesai, giliran tugas kuliah yang semakin menumpuk. tugas-tugas mulai menggila dan UTS akan segera tiba.
*sigh*

Sekarang gak cerita tentang ikan lagi kok, cuma mau cerita tentang sebuah lagu. Sejak beberapa tahun kebelakang, gue suka banget sama Band Indie, bukan untuk gaya-gayaan, tapi memang karena gue bosan dengan musik-musik kita (ingat lho, gue gak bilang musik-musik kita jelek, tapi pada dasarnya memang gue nya sih yang bosenan). Dan sekarang gue sedang tertarik dengan lagu ini.


Efek Rumah Kaca (ERK) - Jatuh Cinta itu Biasa Saja

Kita berdua.. hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua.. hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berdua.. tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua.. tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Reff:
Ketika rindu.. menggebu gebu.. kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu.. kian membelenggu.. cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Kita berdua.. tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti

Back to Reff

Jatuh cinta itu biasa saja..

Jika jatuh cinta itu buta..
Berdua kita akan tersesat..
Saling mencari di dalam gelap..

Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap

Bukan mengecilkan cinta kok, karena cinta itu memang sudah hebat dari sananya, makanya "biasa saja" kalau cinta itu hebat.

Cinta itu sederhana, maka jangan jadikan dia alasan kamu melakukan hal yang berlebihan. Nkmati rindu kamu, tapi biarkan rindu itu sesuai kadarnya. Nikmati patah hati kamu, jangan bunuh diri, mendingan berusaha mencari pengganti, ada yang lebih baik buat kamu. Kamu tidak akan bisa menghalangi dia masuk ke hatimu, tapi jangan membiarkan dia membutakanmu, karena banyak hal yang lebih berhak untuk dipikirkan.

BTW sekarang gue juga lagi suka sama seseorang yang sederhana hahahaha, tapi gue akan berusaha menyukai dia dengan cara yang sederhana pula. Ting tong, see and waiting :P

NB : Selintas, makna lagu ini mengingatkan gue pada puisinya Supardi Djoko Damono - Aku Ingin : "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana ... " (OPs, jangan dilanjutkan, nanti gue pingsan hahahaha).

Terusan-nyah ...

Karena semalam gue nungguin bola sampai pagi, akhirnya hari ini gue masuk kerja sambil terkantuk-kantuk. Gue sih yakin gue gak terlambat masuk, tapi gue gak inget tadi mandi dulu gak ya? Yah EGP deh, toh teman2 gue udah pada maklum semua hehehe.

Tapi di tempat kerja gue rada-rada keki. Masalahnya udah tau gue ngantuk kayak gini, eh temen gue muter lagu-lagu yang slow kayak gitu deh. Muternya sambil senyum-senyum lagi, yeah minta di jitak nih anak. Untungnya ada hedset, akhirnya gue buka winamp, nge-browse lagu, dan Yess akhirnya muter lagu ... ehm ... Diego Modena - Implora.

Waktu istirahat, iseng-iseng buka internet, dan gue membaca sebuah artikel bahwa ternyata cowok itu cuma butuh waktu 8,2 detik untuk jatuh cinta setelah melihat seorang cewek. Wow. Bener gak sih ? Diluar benar atau tidaknya artikel tersebut, memang ada sebagian orang yang bisa jatuh hati ketika pandangan pertama. Dari pandangan masuk ke hati, terus kalau punya keberanian bisa PDKT, kalau PDKT sukses bisa jadi langsung pacaran.

Nah ngomong-ngomong masalah pacaran. Gue suka inget cerita-cerita guru gue waktu SMA. Katanya jaman dulu itu, pacaran itu tabu. Kalau pegangan tangan itu malunya setengah mati. Tapi seiring perkembangan, semua nya berubah, sekarang orang pacaran lebih keren lagi. Jangankan pegangan, pelukan di depan umum juga ada. Bahkan ada yang sampai (maaf) hamil. Dan ternyata yang hamil itu ceweknya lho bukan cowoknya hehehe.

Tapi pendapat ini gak semuanya bener, banyak teman-teman gue yang pacaran tapi mereka lebih kalem, lebih menghormati pasangannya masing-masing, dan gue yakin kamu yang lagi membaca tulisan ini plus kebetulan lagi pacaran adalah salah satu-nya :).

Nah sekarang kenapa orang paling mengenaskan se-Indonesia ini (baca : Jonk) gak pernah pacaran sampai sekarang. HEhe gue gak punya sentuhan akhir euy. Kalau naksir cewek sih cepet, itu bisa dibuktiin sama kejadian yang kemarin waktu di lesehan itu. Eh tapi ngomong-ngomong cewek yang di lesehan itu, gue dah lupa sama wajahnya nih hehehe. Bukan jodoh kali ya.

Gue ngejar Jakarta dulu deh, mumpung masih muda.
Jadi kapan pacaran JOnk ? ya kapan-kapan lah, bisa besok, bisa minggu depan, bisa taun depan, hehehe. Nunggu orang yg pas, timming yang tepat, dan mood gue yang lagi pas juga.
Lho kelamaan lho, pacaran itu bisa meningkatkan semangat lho, bisa menambah selera makan lho, bisa membuat kamu rajin mandi lho, bisa membuat kamu ganteng lho ????

Lho, Harus-kah Pacaran ??
Pasti banyak yang sudah berpengalaman dalam masalah ini. Ayo sharing rame-rame :).

Wah tulisannya jadi sembrawut ya, biasa kalau lagi error, postingan gue suka ngawur hehehe (lha, kapan Jonk gak error ya ?).

BeTeWe, makasih banget buat temen-temen yang ngasih bingkisan, ada Mas Pertelon, Mas Rio Semut, Henny, Bro Anak Nelayan terus ... mmm terus, terus siapa lagi ya ? wadoh lupa lagi gue. Yang ngasih bingkisan ingetin lagi ya, bener-bener lupa nih. Kayakanya harus lebih giat lagi jilatin debu komputer deh, biar daya ingat gue selalu terjaga. *sigh*

Tidur dulu ahhh ....

Terusan-nyah ...

Kayaknya dah lama gak ngebersihin Blog. Maklum sekarang kan akhir bulan dan gue sibuk ngerekap hutang pribadi hehehe. Orang-orang yang sering gangguin gue juga lagi pada istirahat dulu. Mereka lagi sibuk dengan urusannya masing-masing. 

Pa Mul lagi ke daerah Sumatera. Kata Mba Dwi sih, dia lagi tugas sekalian ngunjungi keluarganya di Daerah Pangabuan - Prabumulih, deket Palembang, terus deket perbatasan Lampung, di tengah-tengah hutan pula. Lah siapa saudara pa Mul yang rumahnya tengah hutan, paling juga gorila dan sejenisnya, huahahahaha. Mba Dwi memprediksi Pa Mul bakalan kurus sehabis selesai tugas dari sana. Semoga sajah hehehe.

Nah kalau ada yang tersisa di tempat kerja, hanya ada beberapa temen yang bisa gue godain. Bang Nawi orang marketing, dia betawi asli. Gak pelit tapi privare (lah apa bedanya, ya ?). Ceritanya tadi siang gue ngebantuin dia memecahkan sesuatu (mecahin sejenis gelas kaca, red). 

Semua orang di tempat kerja tau kalau gue gak ngerokok dan bang Nawi nawarin gue rokok sebagai ucapan terimakasih. Sambil senyum-senyum lagi. Jiahh ini mah sama aja dengan gak memberi apapun ke gue, mendingan gak sama sekali donk ah. Tapi karena gue lagi berbaik hati, gue terima rokok itu. Dan Bang Nawi pun terbengong-bengong, 

Bang Nawi : "Lu sekarang ngerokok Jon ???"
Gue : "orang bisa berubah donk hehehe"
Bang Nawi : (masih terbengong-bengong, mungkin dalam hati : "MATI GUE !! itukan jatah gue hari ini") 

Hahaha gue intermezo kepanjangan. Tapi hari ini gue bener-bener pingin ngebahas Rokok.

*****
Rokok benar-benar merugikan lho, merugikan kesehatan si perokok sendiri plus sama orang-orang di sekitar dia. Gue browsing di google, dan gue dapat info, ternyata rokok mempunyai 3 elemen yang sama-sama berbahaya-nya, yaitu : Karbon MonoXsida, Nikotin, dan Tar. Menurut artikel itu, Karbon monoXsida sama nikotin itu ketelen terus jalan-jalan bareng darah dan membuat darah kehilangan fungsinya buat ngikat OKsigen. Kemudian si perokok rentan kena kangker paru-paru, kandung kemih, sama sakit jantung. Wah ngeri banget nih. 

Koq orang yang deket sama perokok dirugikan juga sih? Nah kalau si monoxsida sama nikotin langsung ke-konsumsi sama si perokok, tapi Tar-nya itu enggak. Dan si Tar itu bisa kehisep sama orang-orang yang dekat sama si perokok. Sebagai gambaran, Tar itu gak kalah kegunaanya sama yang namanya Nikotin. Alias Tar dan Nikotin adalah kakak berAdik yang sama galaknya.

Terus gue juga baca tulisan di kakus.com. Dr Stephen Carr Leon, seorang peniliti California melakukan penelitian tentang rahasia kecerdasan orang Israel. Ada banyak rahasia-rahasianya dan salah satunya itu adalah orang Israel dilarang merokok. Gue ngutip beberapa paragraf dari artikel tersebut.

"Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel."

Dan lucunya, orang-orang Israel banyak mendirikan pabrik rokok di luar negara mereka, sedangkan mereka sendiri melarang warganya untuk merokok. Apakah ada sesuatu misi dari kebijakan ini ?
Kalau ada negara yang sukses ngelarang ngerokok itu adalah Singapore, ya jelas donk negara mereka kan kecil, jadi mudah untuk mengawasi warganya. Nah bagaimana dengan Negara kita. Salah satu negara terbesar di Dunia (besar : wilayahnya, penduduknya, KORUPSINYAH, dan HUTANGNYUUAH). Menurut otak gue yang tumpul, ada sebuah dilema kalau kebijakan dilarang merokok diterapkan :D

1). Negara kita luas, dan gue kira susah sekali untuk menerapkan aturan "dilarang ngerokok". Terus ada yang lebih dilematis lagi, kebanyakan acara-acara di negeri ini pendukung utamanya adalah perusahaan rokok. Ada Liga Indonesia yang disponsori rokok, Bola voli, bulu tangkis, dan beberapa kegiatan-kegiatan seni. Dan gue rasa perusahaan-perusahaan rokok itu antusias dan konsisten banget mendukung acara-acara kayak gitu.

2). Terus gimana dengan saudara-saudara kita ? Gue ambil contoh : ada temen gue tukang Lukis dan dia gak bisa dapat inspirasi kalau gak ngerokok, terus ada kakak gue yang gak bisa kerja sampai malam kalau gak ngerokok. Ayah gue juga seorang perokok dan dia sudah gak bisa dipasahkan lagi sama yang namanya rokok. Gue pernah ngelarang dia tapi gue gak mungkin donk ngelarang dia dengan marah-marah, ya gue sih cuma ngomong doank kalau rokok itu bahaya, dan untungnya dia sekarang sudah mulai bisa gue ajak kompromi hehehe.

3). Dan ada lagi hal yang lebih kronis. Kalau perusahaan rokok ditutup sama pemerintah, bisa dibayangin berapa banyak pekerja yang jadi pengangguran. Ini juga kayaknya bakalan jadi sesuatu yang berpotensi menjadi sebuah bom waktu, apalagi sekarang lagi krisis global, bisa-bisa jadi bom Atom. Belum lagi kehilangan pendapatan dari pajak yang bisa membuat pusing. Belum lagi kehilangan hal-hal yang lain.

4). Kamu punya perkiraan lain ?

Yep, akhirnya semua ada baik dan buruknya. Kalau semua pihak sudah siap menghilangkan sedikit demi sedikit tradisi ngerokok demi generasi yang lebih cerdas, gue rasa Indonesia bakalan lebih keren, walau gak tau kapan itu terjadi. Susah kayaknya, tapi selalu ada jalan keluar. 

Dan memang semua hal itu ada harganya. Kebijakan yang besar, pasti bakalan dibayar dengan harga yang mahal, dan gue tau hal itu gak bakalan semudah ngetik tulisan ini. Semua memang berat, tapi mencoba dan berharap jangan pernah berakhir.

*****

Wuah panjang banget nih hahaha. Sori tulisannya susah dimengerti, gue sadar dengan sejauh mana kecerdasan gue jadi tulisannya gak pernah bisa cerdas hahaha. 

Tapi, Gue gak mau nyalahin ayah gue yang seorang perokok donk, gue cenderung memilih rela dengan apa yang disebut dengan takdir dan sekarang saatnya merubah sesuatu yang bisa dirubah.
Dan tentang rokok yang tadi siang dikasihkan Bang Nawi ke gue. 

Beberapa jam kemudian. Bang Nawi ngedatangin gue.

Bang Nawi : "Hehehe, rokok yang tadi mana Jon, gue yakin lu gak isep rokoknya"
Gue : "lha, kan udah dikasihkan ?"
Bang Nawi : "orang 'can change' lah, pemikiran orang bisa berubah" (lah ini mah kata-kata gue yang tadi siang)
Gue : "hehehe, kamu beruntung bang, rokoknya gak gue isep"
Bang Nawi : "Tuh kan apa gue bilang, gue minta lagi deh nanti gue ganti sama roti cubit" (sangat kegirangan)
Gue : "gak gue isep, tapi ROKOKNYA DAH GUE KASIHKAN KE PA BUDI, kayaknya dah habis, gila tuh pa Budi ngerokoknya cepet banget, HUAHAHAHAHA"
Bang Nawi : (untuk kesekian kalinya : BENGONG dengan SUKSES)


PS : 
Dapat bingkisan dari Miaw yang udah cape-cape ngebuat award dengan tangan dia sendiri. "Thx, Mi, semoga cepet-cepet jadi kucing beneran hehehe." Mi maaf ya, gue spoiler, tulisan gue gak tau kenapa jadi panjang kayak gini hahaha. Biar lebih ringkas keliatannya, oke ;)

Bingkisan dari Miaw, ayo di Klik !


Terusan-nyah ...
/